Info Penting
MMBC Tidak Bekerjasama Dengan Pihak Manapun Dalam Hal Perekrutan Karyawan, Modus Penipuan Adalah Penermiaan Karyawan dan Untuk Transport & Akomodasi Kerja Sama dengan MMBC
Info Terbaru
MMBC Tidak Pernah Meminta Konfirmasi Username Dan Password Agen atau Distributor
Pendaftaran Agen dan Distributor
Jika Anda pernah melihat di TV Pak H. Bardan Priyanto dari Alfafa Universal Tour & Travel dan Pak Wempy Suciadi mereka adalah sama dengan kami, kami dari MMBC. lebih jauh tentang kami silahkan hubungi kami dengan kontak yang ada di web ini, terima kasih Terima kasih atas Kepercayaan anda bergabung bersama kami, semoga kita bisa maju bersama dalam bisnins ini, amien
0852 1093 1829
0896 7706 2753

Tour Guide Professional

Seorang traveller biasanya tidak betah dengan jenis kerja kantoran yang mengharuskanmu untuk duduk di depan komputer dari pagi sampai sore selama 5 hari penuh. Rasa bosan pasti akan mendominasi mood sehari-hari sebelum mereka benar-benar jengah dan mengajukan pengunduran diri kepada atasan.

Profesi yang tepat bagi traveller yang berjiwa bebas, tentu adalah yang bisa memberinya suasana berbeda setiap harinya. Berada di tempat yang berbeda dan bertemu orang-orang yang berbeda pula. Salah satu profesi yang bisa seperti itu adalah Pramuwisata alias Pemandu Wisata alias Tour Guide Profesional. Selain dinamika pekerjaannya yang tidak terlalu monoton, profesi ini juga bisa membuatmu sering jalan-jalan. Gratis pula. Bayangkan, siapa coba yang tidak mau profesi seperti ini?

traveler 1

Tour Guide Professional

(Sumber: travel.edu.vn)

Kalau cuma untuk jadi tour guide freelance yang tidak resmi, caranya gampang sekali. Cukup cari teman atau saudara yang mau jalan2, terus langsung saja tawarkan jasamu. Tapi, lain halnya kalau kamu ingin menekuni profesi pramuwisata secara serius. Untuk itu, kamu perlu mengikuti sertifikasi untuk mendapatkan sertifikasi resmi.

Sertifikat Pramuwisata ini nantinya bisa kamu gunakan untuk melamar pekerjaan sebagai tour guide di berbagai perusahaan travel agent atau perhotelan. Tanpa lisensi ini, kecil sekali kemungkinannya kamu bisa mendapatkan pekerjaan tersebut. Kalaupun dapat, mungkin hanya sedikit turis yang akan memakai jasamu. Itupun gajinya tidak seberapa. Sebaliknya, lisensi tersebut bisa membantumu memperoleh penghasilan dan jaminan kerja yang lebih baik.

 

Dari Mana Sertifikasi dan Lisensi Resminya?

Sertifikasi pramuwisata di Indonesia dikeluarkan oleh LSP Parindo alias Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Indonesia. LSP Parindo berhak mengadakan sertifikasi tersebut atas lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) melalui Keputusan BNSP nomor KEP.061/BNSP/I/2012 yang dikeluarkan pada 27 Januari 2012 lalu. Selain berhak memberikan sertifikasi pada Pramuwisata atau Tour Guide, LSP Pariwisata Indonesia juga berhak melakukan sertifikasi pada profesi lain yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata seperti tour guiding, tour planning dan ticketing, hotel, dan restaurant.

traveler 2

Pemberian Sertifikat di Bidang Pariwisata

(Sumber: beritasatu.com)

LSP Pariwisata Indonesia memiliki cabang di setiap propinsi. Hal itu adalah untuk mempermudah proses sertifikasi dan pengawasan terhadap kualitas SDM bidang kepariwisataan di masing-masing propinsi. Dengan begini, kualitas pariwisata di negara kita dapat lebih terkontrol dan terpantau dengan baik.

Sementara itu, lisensi atau ijin kerja bagi para Pramuwisata hanya bisa diberikan oleh Gubernur pada masing-masing Provinsi. Lisensi tersebut dikeluarkan melalui Kepala Dinas Pariwisata setempat. Lisensi bisa diberikan jika seorang pramuwisata sudah mendapatkan sertifikasi resmi dari BNSP seperti yang dijelaskan di atas.

 

Jenis-Jenis Pramuwisata

Jika dipikirkan secara sepintas, sepertinya pramuwisata hanya begitu-begitu saja. Seorang pemandu memimpin sebuah tur wisata dan memberi banyak penjelasan. Namun sebenarnya, semuanya tidak sesederhana itu ketika sertifikasi sudah muncul. LSP Pariwisata Indonesia telah menetapkan ada beberapa jenis pramuwisata di Indonesia yang bisa disertifikasikan yaitu sebagai berikut:

 

1. Pramuwisata Khusus Lokal

Pramuwisata  khusus Lokal adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjukan  di  suatu objek wisata tertentu. Jika ingin menjadi tour guide bersertifikasi dengan mudah tanpa banyak masalah dan kerepotan, maka kamu bisa menjadi pramuwisata khusus lokal. Ini karena kamu hanya perlu menguasai materi di satu obyek wisata saja. Untuk itu, pilihlah satu obyek wisata yang sangat kamu minati agar kamu bisa menikmati pekerjaanmu tanpa mudah terserang bosan.

2. Pramuwisata Khusus dengan Keahlian Khusus

Pramuwisata  khusus dengan keahlian khusus adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan penerangan dan petunjuk  di suatu obyek wisata tertentu dengan aktifitas yang membutuhkan keahlian khusus. Aktivitas yang membutuhkan keahlian khusus maksudnya adalah seperti diving, trekking, atau rock climbing. Berbagai aktivitas tersebut cukup berbahaya jika tidak dilakukan dengan keahlian khusus. Bahayanya akan jadi lebih besar lagi jika pemandunya sendiri tidak memiliki keahlian yang mumpuni. Itulah mengapa diadakan jenis pramuwisata khusus dengan keahlian khusus seperti ini.

3. Pramuwisata Umum

Pramuwisata umum adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang obyek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan di suatu wilayah tertentu dan atau di seluruh wilayah Indonesia. Menjadi pramuwisata umum sepertinya sangat menyenangkan. Pramuwisata jenis ini memiliki ritme kerja yang lebih dinamis dibanding jenis pramuwisata lainnya karena kamu bisa pergi memandu wisata ke tempat manapun yang kamu minati di seluruh Indonesia tanpa banyak dipusingkan dengan hal lain. Menjadi pramuwisata umum lebih sulit daripada menjadi pramuwisata khusus lokal karena kamu harus mampu menguasai banyak materi dari berbagai obyek dan kegiatan wisata. Kamu juga harus bisa belajar cepat karena nantinya kamu bisa mendapatkan tugas mendadak ke tempat yang belum kamu tahu.

4. Pemimpin/Pengatur Wisata (Tour Leader)

Pemimpin Wisata atau Tour Leader adalah seseorang yang bertugas mengatur memimpin perjalanan rombongan wisatawan di suatu wilayah tertentu, nasianal dan internasional. Apabila kamu tipe orang yang ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar, maka jenis pramuwisata inilah yang perlu kamu tekuni. Namun tentu saja, menjadi pemimpin wisata tidaklah semudah menjadi pramuwisata umum karena urusan yang harus ditanganinya lebih banyak dan kompleks. Tapi kamu bisa saja menganggap hal tersebut sebagai tantangan yang seru.

traveler 3

Tour Leader Lebih Besar Tugasnya Dibanding Tour Guide Biasa

(Sumber: some14me.wordpress.com)

 

Lalu, Apa Saja Persyaratan yang Harus Kamu Penuhi untuk Bisa Mengikuti Proses Lisensi Tersebut?

Ingin jadi pramuwisata profesional tentu saja tidak bisa asal langsung minta lisensi. Sebelum kamu menjalani serangkaian prosesnya, kamu harus memenuhi kualifikasi awal terlebih dahulu. Masing-masing jenis pramuwisata sudah pasti memiliki syaratnya masing-masing.

Syarat Umum

Syarat umum adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para kandidat dari semua jenis pramuwisata agar mereka bisa mengikuti proses lisensinya. Syarat tersebut antara lain adalah:

–    Warga Negara Indonesia

Karena kamu mau menjadi pramuwisata di negara Indonesia, tentu kamu harus merupakan warga Indonesia. Aneh kan rasanya jika kamu segerombolan turis lokal sedang jalan-jalan di sebuah obyek wisata yang indah di Indonesia namun dipandu oleh seorang berkebangsaan Rusia? Poin ini tidak perlu dibahas lebih lanjut.

 

–      Memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang Menerangkan Kelakuan Baik

Turis merupakan sasaran yang empuk untuk berbagai jenis kriminalitas. Mulai dari penipuan, pencurian, hingga perdagangan orang. Mereka yang berasal dari tempat luar memang lebih mudah diperdaya daripada penduduk lokal yang sudah benar-benar mengenal lingkungan tersebut. Pemerintah pun menyadari hal tersebut.

Demi mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi para turis, LSP Parindo pun menetapkan semua Pramuwisata harus memiliki catatan kepolisian yang bersih agar dapat dipercaya. Jika para turis bisa merasa aman dan nyaman ketika jalan-jalan, dijamin kepariwisataan Indonesia akan semakin maju dan sukses.

 

–    Kondisi Jasmani dan Rohanimu Harus Sehat

Memandu wisata bukanlah pekerjaan sepele. Kamu bisa kelelahan karena harus berjalan ke sana ke mari sambil menjelaskan ini itu. Ini akan terasa lebih berat jika cuacanya cukup buruk, misalnya hujan deras atau panas matahari terlalu terik. Tanpa jasmani yang sehat, kamu akan kesusahan sendiri karena tidak kuat.

Bukan hanya fisik, jiwamu pun harus sehat. Kalau kamu menderita stress apalagi sampai menderita gangguan mental, sudah pasti kamu tidak akan bisa memberikan pendampingan wisata yang baik. Apalagi kalau nanti kamu mendapatkan turis yang menyebalkan. Fiuh. Tanpa rohani yang sehat, mungkin kamu sudah marah-marah menghadapinya.

traveler 4

Fisik yang Kuat

(Sumber: gohikingwithme.blog.com)

–     Menguasai Bahasa Indonesia dan Minimal Salah Satu Bahasa Asing

Kamu adalah warga negara Indonesia dan akan menjadi tour guide di Indonesia. Sebagian besar turis yang kamu pandu pun kemungkinannya adalah orang Indonesia juga. Maka, sungguh aneh rasanya jika kamu tidak bisa berbahasa Indonesia. Bagaimanapun, Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional. Maka, sudah sewajarnya bila LSP Parindo tidak mau memberikan lisensi pada para tour guide yang masih belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Selanjutnya adalah penguasaan salah satu bahasa asing. Tidak ada ketentuan khusus mengenai bahasa apa yang harus dikuasai. Sebagian besar pramuwisata memilih Bahasa Inggris sebagai bahasa asing mereka. Ini karena Bahasa Inggris adalah bahasa resmi internasional sehingga sebagian besar turis mancanegara pun menguasainya. Dengan menguasai bahasa Inggris, banyak warga negara lain yang bisa diajak berkomunikasi.

Walaupun begitu, tidak ada ketentuannya bahwa bahasa asing yang dikuasai haruslah Bahasa Inggris. Boleh juga kamu menguasai bahasa negara lainnya tanpa memahami Bahasa Inggris. Beberapa jenis bahasa asing yang sering dikuasai oleh para pramuwisata antara lain bahasa Mandarin, Arab, Prancis, dan Jepang. Tour guide dengan bahasa khusus ini tentu adalah untuk mendampingi para turis asing yang tidak mahir berbahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia.

 

Syarat Spesifik

Syarat spesifik adalah syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan lisensi dari tiap jenis pramuwisata tertentu. Berikut adalah syarat untuk masing-masing jenis:

 

1. Pramuwisata Khusus Lokal

–    Usia Minimal 18 tahun

Di Indonesia, usia 18 tahun masih dikategorikan sebagai anak-anak. Secara hukum, mereka masih dilindungi negara dan tidak boleh dipekerjakan. Mempekerjakan anak di bawah umur 18 tahun akan dianggap sebagai tindakan eksploitasi anak dan akan dikenai sanksi yang tegas secara hukum. Oleh sebab itu, jangan berharap kamu bisa mendapatkan lisensi jika kamu masih belum genap 18 tahun.

–     Pendidikan Minimal adalah SMA Sederajat

Pada awalnya, sertifikasi dan lisensi Pramuwisata hanya boleh diberikan kepada mereka yang lulus dengan jenjang minimal Diploma III. Namun sejak tahun 2014, lulusan SMA juga diperbolehkan mengikuti proses sertifikasi dengan standardisasi yang sama dengan lulusan di atasnya. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah pramuwisata berlisensi di Indonesia. Karena, pemerintah berharap semua pramuwisata yang ada di Indonesia harus memiliki lisensi agar kualitasnya dapat diandalkan. Sementara kenyataannya, banyak lulusan SMA Sederajat yang berprofesi sebagai tour guide tanpa lisensi. Jika memang mereka mampu, kenapa tidak memberi mereka kesempatan bukan?

–    Pendidikan dan Pelatihan Pramuwisata Khusus Lokal

Sebelum mulai mengikuti proses sertifikasi dan lisensi, seorang pramuwisata khusus lokal harus terlebih dahulu mengikuti pendidikan dan pelatihan tour guide di obyek wisata tertentu yang menjadi pilihannya. Lisensinya kemudian hanya berlaku untuk obyek wisata tersebut saja.

 

2. Pramuwisata Khusus dengan Keahlian Khusus

Untuk sertifikasi Pramuwisata khusus dengan keahlian khusus memiliki syarat spesifik yang mirip dengan pramuwisata khusus lokal yaitu usia minimal 18 tahun dan pendidikan minimal SMA atau sederajat. Syarat lainnya adalah mengikuti pendidikan dan pelatihan pramuwisata sesuai dengan keahlian khusus yang diminatinya. Lisensinya kemudian hanya berlaku untuk kegiatan wisata tersebut saja.

 

3. Pramuwisata Umum

Persyaratan untuk menjadi Pramuwisata Umum berlisensi sedikit lebih tinggi dari Pramuwisata Khusus. Berikut adalah syarat spesifiknya:

–    Pendidikan Minimal adalah D3 Sederajat

Karena tantangan kerjanya lebih tinggi daripada pramuwisata khusus, maka masuk akal juga kalau pemerintah menetapkan pendidikan minimal yang sedikit lebih tinggi untuk Pramuwisata Umum dibanding Pramuwisata Khusus. Pendidikan D3 tersebut diutamakan adalah untuk bidang pariwisata walaupun tidak menutup kemungkinan bagi pendidikan bidang apapun untuk bisa mendapatkan lisensinya.

 

–    Pendidikan dan Pelatihan Pramuwisata Umum

Sama seperti pramuwisata khusus, untuk menjadi pramuwisata umum pun kamu harus menjalani training program terlebih dahulu. Ikutilah training khusus untuk Pramuwisata Umum.

 

–     Magang di Biro Perjalanan Resmi

Hanya pendidikan dan pelatihan pramuwisata saja tidaklah cukup untuk membuktikan bahwa kamu mampu menjadi tour guide ke berbagai macam obyek wisata dan memandu berbagai macam orang. Untuk mendapatkan lisensi, kamu harus membuktikan keahlianmu terlebih dahulu dengan cara praktek kerja secara langsung melalui program magang. Magang itu juga tidak bisa dilakukan di sembarang biro perjalanan, apalagi hanya melalui kenalan. Kamu harus mencari biro perjalanan resmi yang mau menampungmu, memberimu kesempatan bekerja sementara, dan bersedia memberikan penilaian sesuai dengan kualitas kerjamu. Biro perjalanannya harus resmi untuk menjamin standar kualitas penilaiannya.

–     Usia Minimal 22 tahun

Batas usia minimal yang ditetapkan untuk Pramuwisata Umum lebih tua 4 tahun dibanding dengan batas usia minimal untuk Pramuwisata Khusus. Hitungan tersebut berasal dari 3 tahun minimal untuk kuliah Diploma Tiga, 6 bulan magang, dan beberapa bulan pelatihan.

 

4. Pemimpin/Pengatur Wisata (Tour Leader)

Pengatur Wisata adalah satu level di atas Pramuwisata Umum dan merupakan jenis pramuwisata yang paling tinggi. Oleh sebab itu, jangan kaget kalau persyaratannya pun lebih tinggi. Sebenarnya, beberapa syaratnya mirip seperti Pramuwisata Umum yaitu sebagai berikut:

–          Pendidikan Minimal adalah D3 Sederajat

–          Pendidikan dan Pelatihan Pramuwisata Umum

–          Magang di Biro Perjalanan Resmi

Selain tiga syarat tersebut, ada dua syarat tambahan lagi berupa:

–          Memiliki Lisensi Pramuwisata Umum yang masih berlaku

–          Usia minimal 25 tahun

Sudah jelas terlihat di situ bahwa tidak mungkin seseorang bisa mengikuti sertifikasi dan mendapatkan lisensi menjadi Tour Leader jika belum pernah menjadi Pramuwisata Umum. Biasanya, orang yang mendaftarkan diri untuk sertifikasi ini adalah seorang Pramuwisata Umum yang sudah yakin akan kemampuannya dan ingin mencoba meraih cita-cita yang lebih tinggi lagi.

 

 

Hal pertama yang harus kamu penuhi saat ingin menjadi seorang Tour Guide yang resmi adalah memiliki niat dan tekad yang bulat. Tanpa semua itu, kamu tidak akan bisa meraih kesuksesan apalagi menikmati pekerjaanmu. Jika niat dan tekad sudah ada, maka selanjutnya kamu harus berusaha memenuhi persyaratannya. Setelah itu, kamu masih harus melalui beberapa tahapan berikutnya.

Jika dibayangkan, tour guide sepertinya merupakan sebuah profesi yang menyenangkan, terutama bagi para traveller seperti kita. Bayangkan saja, kita bisa mencari nafkah untuk hidup sambil jalan-jalan dan berwisata. Ketika orang-orang harus membayar mahal untuk berwisata, kita justru dibayar untuk melakukannya. Padahal, biaya untuk sekali wisata pun tidaklah murah. Rasanya, ini seperti mimpi indah bagi para traveller.

Menjadi Tour Guide memang sepertinya tidak terlalu sulit bagi kita yang sudah sering jalan-jalan. Walaupun begitu, untuk bisa mendalami profesi ini, kita perlu memiliki sertifikat dan lisensi. Itu adalah aturan wajib yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk menjamin kualitas pemandu wisata di Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan potensi wisata yang tinggi. Sungguh amat disayangkan jika pariwisata tersebut tidak didukung dengan kualitas pelayanan yang baik dan terarah.

Picture8.thumb.jpg.08f11ce493009067a36bb

Tour Guide Professional

(Sumber: sociorocketnewsen.wordpress.com)

Ada sejumlah proses yang harus dilewati, baik oleh kamu maupun oleh tim dari LSP, untuk kamu bisa mendapatkan pengakuan dan ijin resmi untuk bekerja sebagai pemandu wisata di negeri ini. Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang jenis-jenis Tour Guide resmi yang ada di Indonesia berikut persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk proses sertifikasi dan lisensinya. Kali ini, kita akan membahas tahap-tahap apa saja yang harus kamu lalui untuk bisa menjadi pemandu wisata resmi di Indonesia.

 

Langkah Pertama : Penguasaan Materi atau Pelatihan

Untuk bisa menjadi tour guide yang resmi dan terpercaya, kamu tentu harus menguasai semua materi yang diperlukan. Bukan hanya teorinya saja, kamu juga harus mahir dalam mempraktekkannya. Jika kamu sudah yakin bahwa kamu menguasai segala jenis pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan, barulah kamu bisa mulai berusaha mendapatkan sertifikat dan lisensinya.

Dalam hal penguasaan materi, kamu bisa saja mempelajarinya sendiri secara otodidak. Beberapa orang ada juga yang melakukannya dengan praktek langsung menjadi tour guide amatir. Namun, proses ini akan memakan waktu yang lama. Belum lagi tak jarang pula ada materi yang terlewatkan untuk dipelajari. Akhirnya pada saatnya nanti mengikuti proses sertifikasi dan lisensi, kamu akan gagal untuk mendapatkannya.

Cara paling efektif untuk menguasai semua ilmu dan kemampuan yang diperlukan untuk menjadi tour guide adalah dengan cara mengikuti pelatihannya. Diklat Pramuwisata banyak diselenggarakan oleh berbagai pihak seperti organisasi HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), LSP Pariwisata Indonesia, serta beberapa perusahaan Tour and Travel. Dalam diklat tersebut, mereka sudah mempunyai kurikulum tersendiri yang mencakup segala materi yang harus kamu kuasai untuk bisa mendapatkan sertifikat dan lisensinya.

Picture9.thumb.jpg.4241a2b39d49336a12ceb

Pelatihan Pramuwisata di Cilacap

(Sumber: jttcugm.com)

 

Pelatihan menjadi tour guide tidak memakan waktu yang begitu lama. Biasanya hanya beberapa bulan saja asal pelatihannya cukup intensif. Paket pelatihan biasanya termasuk sertifikasi dan lisensi sehingga kamu tidak perlu repot mengurus ini itu lagi. Pelatihan ini tidak termasuk jaminan bahwa kamu akan mendapatkan sertifikat dan lisensi. Hal itu semuanya bergantung pada kemampuan individu, dalam hal ini adalah kamu sendiri. Oleh sebab itu, kamu harus mau berusaha keras agar bisa lolos.

 

Langkah Kedua : Sertifikasi

Apabila kamu mantap dan merasa yakin bahwa kamu sudah menguasai semua materinya dengan baik, maka langkah yang harus kamu tempuh selanjutnya adalah mengikuti proses sertifikasinya. Hal itu sendiri terdiri dari beberapa tahapan yang harus kamu lalui. Berikut adalah urutan dari tahap-tahap tersebut:

 

1. Mengajukan Permohonan

Pendaftaran untuk proses sertifikasi dilakukan dengan cara mengajukan permohonan. Permohonan tersebut ditujukan ke LSP Pariwisata Indonesia. Syarat-syarat administrasi yang diperlukan untuk proses ini antara lain adalah:

–          Mengisi formulir yang telah disediakan

–          Fotocopy ijazah terakhir

–          Pas foto berwarna 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 lembar

–          Surat Rekomendasi dari asosiasi kepariwisataan, misalnya HPI

–          Surat Keterangan/Rekomendasi dari tempat bekerja

–          Fotocopy guide order, quesioner dari tamu, dan atau berkas lain yang menunjukkan kualitas kerjanya selama menjadi tour guide magang/diklat

–          Sertifikat lain yang mendukung, misalnya sertifikat penguasaan bahasa asing

Sebelum kamu berangkat ke kantor LSP Pariwisata yang ada di tempat tinggalmu, pastikan kamu sudah membawa semua berkas yang diperlukan selain formulir pendaftarannya. Formulir pendaftaran bisa kamu ambil di kantor LSP Parindo nanti. Agar lebih cepat selesai, langsung saja kamu isikan datanya di sana sehingga bisa langsung kamu daftarkan saat itu juga. Ini berarti, kamu harus membekali diri dengan bolpoin, siapa tahu di sana nanti tidak disediakan pulpen khusus untuk para pendaftar. Jangan nekat datang tanpa dokumen yang lengkap karena pendaftaranmu tidak akan diterima apalagi diproses.

 

2. Penunjukan Assessor

Permohonan yang sudah masuk akan diproses oleh pihak LSP Parindo. Kemudian, akan ditunjuk satu orang assessor untuk menguji kemampuan dan pengetahuanmu. Satu orang assessor akan menguji satu orang calon Pramuwisata agar pengujiannya lebih terfokus dan penilaiannya bisa lebih detail dan presisi.

Tidak sembarang orang bisa jadi assessor di LSP Parindo. Serangkaian proses seleksi sudah dilakukan untuk memastikan bahwa sang assessor memiliki kemampuan yang diperlukan dan mampu bersikap obyektif. Untuk menjamin hal tersebut, Assesor Uji Kompetensi Pramuwisata pun memiliki proses sertifikasinya sendiri. Maka dari itu, jangan khawatir assessor yang menilaimu akan memberi penilaian yang subyektif terhadapmu. Mereka sudah dijamin akan menjalankan tugasnya secara professional.

 

3. Pra Konsultasi

Sebagai seorang calon tour guide, mungkin kamu akan merasa tegang jika harus bertemu dengan sang assessor langsung pada saat pengujian. Untuk hal tersebut, kamu tidak perlu khawatir. Sebelum Uji Kompetensi dimulai, pertama kali kamu akan menemuinya pada masa Pra Konsultasi. Tahapan ini adalah tahapan dimana kamu dan sang assessor berdiskusi untuk persiapan pengujian. Pada tahapan ini, kamu bisa membahas topik apa saja yang berkaitan dengan Uji Kompetensi. Kamu bahkan bisa menegosiasikan tanggal pengujiannya dengan sang assessor pada tahap ini.

Picture10.thumb.jpg.014fa161bc8863035acd

Konsultasi yang Santai Tapi Fokus

(Sumber: eriewills.com)

 

4. Uji Kompetensi

Nah. Ini dia tahapan yang paling penting dan paling menentukan dalam proses permohonan sertifikasi. Pada tahap ini, kamu akan diuji habis-habisan agar sang assessor tahu pasti seberapa hebatnya kamu dalam hal memandu sebuah kegiatan wisata. Yang pasti, kamu akan bertanya-tanya dalam hati, bagaimana cara pengujiannya? Materi apa saja yang akan diujikan?

Pengujian dilakukan secara langsung oleh satu assessor untuk satu peserta. Semua metode pengujian dipakai untuk tes ini termasuk tes tertulis, wawancara lisan, dan demonstrasi secara langsung. Ini diperlukan untuk memastikan bahwa kamu memang sudah menguasai semuanya dengan baik. Sebab pada kasus yang lampau, ada tour guide yang menguasai materinya namun kaku ketika mempraktekkannya. Ada juga yang pandai bercerita tapi tidak paham materinya sehingga banyak melantur. Kasus-kasus seperti inilah yang dihindari.

Materi-materi yang diujikan adalah semua hal yang mendukung kegiatan pemanduan wisata. Berdasarkan peraturan pemerintah, materi-materi tersebut antara lain:

–          Bekerjasama dengan kolega dan Pelanggan

–          Bekerja sebagai Pramuwisata

–          Memberikan Bantuan Pada Kedatangan dan Keberangkatan

–          Menyiapkan dan Menyajikan Informasi pada tour

–          Mengembangkan dan memelihara Pengetahuan Umum yang dibutuhkan oleh pramuwisata

–          Mengikuti Prosedur Keamanan,Keselamatan dan Kesehatan Kerja

–          dll sesuai kebutuhan

 

5. Penilaian dan Pemberian Sertifikat

Ketika sedang melakukan Uji Kompetensi, sang assessor tentu sudah memiliki penilaian sendiri terhadap kualitasmu, walaupun dia tidak menyampaikannya secara langsung. Semua hasil penilaian tersebut kemudian di laporkannya ke kantor LSP Parindo untuk proses evaluasi. Dalam proses tersebut, hasil pengujianmu direview kembali untuk ditentukan apakah kamu layak atau tidak mendapatkan sertifikasi.

Hasil dari sertifikasi ini biasanya memakan waktu lama untuk dikeluarkan. Kira-kira kamu hanya perlu menunggu selama kurang dari sebulan untuk mengetahui apakah kamu sukses dalam Uji Kompetensi kemarin atau tidak. Kalau kamu sudah sukses dengan proses sertifikasi, selanjutnya kamu bisa mencoba mendapatkan lisensinya agar kamu bisa segera memulai karir cemerlang sebagai tour guide. Tapi seandainya kamu gagal, jangan patah semangat. Cobalah untuk ikut diklat sekali lagi dengan lebih tekun dan coba lagi Ujian Sertifikasinya di kesempatan berikutnya.

 

Langkah Ketiga : Bergabung dengan Asosiasi Pramuwisata

Karir apapun yang kamu jalani, menjalin jaringan kerja adalah sesuatu yang penting. Jaringan yang kita bina ini bisa sangat membantu memuluskan jalanmu untuk meraih kesuksesan. Sebab dengan jaringan tersebut, kamu bisa saling bertukar informasi, tips, dan pengalaman. Kamu juga jadi tahu perkembangan terkini dalam bidang profesimu sehingga kamu tidak ketinggalan. Jaringan kerja yang kamu bina dengan baik bisa sangat bermanfaat untuk memuluskan jalanmu meraih kesuksesan. Sebaliknya, jika kamu tidak punya link yang baik, maka jalanmu akan tersendat-sendat. Apalagi kalau kamu justru punya hubungan kerja yang buruk dengan beberapa pihak terkait.

Picture11.thumb.jpg.b94ac1982c868ee05b16

Pramuwisata dari HPI Jakarta

(Sumber: hpijakarta.wordpress.com)

 

Ada banyak asosiasi tour guide, baik yang skala nasional maupun yang internasional. Untuk yang skala nasional, asosiasi resminya adalah HPI alias Himpunan Pramuwisata Indonesia. Setelah kamu mendapatkan sertifikasi, sangat disarankan bagi kamu untuk bergabung dengan HPI karena memang banyak manfaatnya. Beberapa manfaatnya antara lain:

–          Bila ada permintaan jasa, ada kesempatan untuk sharing order dengan tour guide lain yang sama-sama anggota HPI

–          Proteksi asuransi kecelakaan

–          Ikut serta dalam forum diskusi online dimana para tour guide saling membahas hal-hal tentang kegiatan pariwisata dan travelling

–          Namamu juga akan terdaftar dalam pemasaran jasa di biro-biro perjalanan wisata sehingga meningkatkan kemungkinanmu untuk mendapatkan pelanggan

–          Akses bebas ke fasilitas perpustakaan HPI dimana terdapat banyak bacaan yang bisa mendukung kegiatan pemanduan wisatamu

–          Kapanpun kamu bisa saling bertukar informasi apapun antar sesama anggota

–          Bila ingin meningkatkan kualitas pemanduan, kamu juga bisa mendapatkan asistensi kursus

–          Bisa mengikuti kongres HPI secara rutin

–          Jika Dinas Pariwisata mengadakan pelatihan pramuwisata, kamu berhak untuk ikut serta dalam pelatihan tersebut

–          Jika lisensimu habis berlakunya, pengurusan perpanjangan akan lebih cepat dan mudah

–          Jika lisensimu dicabut atau dikenai sanksi, kamu bisa mendapatkan bantuan untuk proses pemutihan lisensi

–          Yang paling penting, kamu bisa mendapatkan berbagai diskon, promo, dan bonus dari berbagai vendor yang berhubungan dengan pariwisata misalnya seperti berbelanja, akomodasi, restoran, sewa transportasi, dan lain-lain

 

HPI berpusat di Jakarta. Akan tetapi, di setiap provinsi di Indonesia ada HPI cabang. Bagi kalian yang tidak berdomisili atau bekerja di Jakarta, bisa bergabung di HPI cabang provinsi masing-masing. Aktifkan diri kalian di sana supaya bisa meraih lebih banyak manfaatnya. Keanggotaan HPI berlaku selama satu tahun dimana kamu nanti juga akan mendapatkan kartu anggota sebagai bukti keanggotaanmu. Tapi, kamu bisa memperpanjang lagi keanggotaanmu itu sampai selama kapanpun kamu mau.

 

Langkah Keempat : Lisensi

Kalau sudah mendapatkan sertifikasi dan sudah bergabung dengan HPI, kamu selanjutnya bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan lisensi alias surat ijin untuk praktek bekerja sebagai Pramuwisata alias Tour Guide. Berikut ketentuan permohonan lisensi yang perlu kamu ketahui:

–          Lisensi hanya bisa diberikan kepada orang yang telah memiliki sertifikat profesi pramuwisata dari LSP Pariwisata Indonesia

–          Permohonan diajukan kepada Gubernur melalui Kepala Dinas Pariwisata setempat

–          Proses permohonan berlangsung selama 15 hari sebelum akhirnya dikeluarkan keputusan mengenai persetujuan atau penolakan permohonan tersebut

–          Apabila 15 hari masih belum ada konfirmasi, permohonan disetujui secara otomatis

–          Syarat uji kompetensi, Calon Pramuwisata harus lulus kursus pendidikan dan pelatihan Pramuwisata terlebih dahulu yang dibuktikan dengan Tanda lulus SKP

–          Bentuk dan ukuran lisensi diatur dalam Keputusan Gubernur

Dengan adanya lisensi, kamu telah bisa memulai karir sebagai Tour Guide resmi. Selama bekerja, seorang tour guide memiliki hak dan kewajiban yang melekat padanya. Hak dan kewajiban tersebut diatur dalam undang-undang sehingga bersifat mutlak. Adapun aturannya adalah sebagai berikut:

Picture12.thumb.jpg.0c951a4d5f5cf97f5e3a

Lisensi Tour Guide dari Iran

(Sumber: travelguide.ir)

 

Hak:

–          Pramuwisata berhak mendapatkan perlindungan kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

–          Pramuwisata berhak  mendapatkan jaminan asuransi kerja

–          Pramuwisata berhak mendapatkan gaji dengan ikatan kerja yang telah disepakati

Kewajiban:

–          Mentaati kode etik profesi Pramuwisata

–          Melayani dan menjaga keselamatan wisatawan beserta barang bawaannya

–          Membantu pemerintah dalam mengembangkan kepariwisataan

–          Senantiasa memberikan informasi dan penjelasan yang baik dan benar

–          Melaksanakan kewajiban atas pungutan Negara maupun pungutan Daerah yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

–          Ikut menjaga keamanan dan ketertiban umum.

–          Setiap Pramuwisata yang telah mempunyai lisensi harus bergabung dengan organisasi Himpunan Pramuwisata Indonesia.

 

Selain menjalankan kewajiban pramuwisata sesuai Undang-Undang yang berlaku tersebut, seorang tour guide harus mampu menjaga

 

Sepintas, perjalanan untuk menjadi tour guide rasanya seperti panjang sekali. Memang, menjadi tour guide tidak bisa sekali jadi. Namun ketika kamu sudah sukses, berbagai macam kemudahan dan kesenangan akan mengikutimu. Lagipula, mana ada kesuksesan yang tidak diawali dengan usaha bukan? Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Begitu pulalah menjadi tour guide. Repot ini itu dahulu, jalan-jalan gratis kemudian.